
Desa
Kinahrejo merupakan salah satu desa yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta
lebih tepatnya di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Desa
Kinahrejo tersebut merupakan pintu masuk menuju lereng Gunung Merapi. Pada
awalnya, Desa Kinahrejo merupakan Desa Wisata yang menjadi sorotan utama para
wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Merapi. Para pengunjung yang berasal
dari dalam negeri maupun mancanegara untuk menyaksikan keindahan dan
pemandangan Gunung Merapi, Desa Kinahrejo merupakan alternative utama untuk
menikmati semua keindahan alam tersebut. Selain untuk menikmati pemandangan
para wisatawan juga berdatangan untuk melihat pertunjukan upacara tradisional
yaitu Labuhan Merapi. Labuhan Merapi tersebut merupakan rangkaian uoacara adat
ustiadat yang diadakan setiap tanggal 30 Rajab. Adat Labuhan Gunung Merapi
merupakan sebuah upacara yang dilaksanakan oleh pihak Kraton Ngayogyakarta
dalam rangka memperingati Jumenengan Ndalem atau disebut naik tahta Sri Sutan
Hamengkubuwono X. Ada beberapa pertunjukkan yang paling menarik pada acara
labuhan antra lain Jathilan, Kethoprak, Wayang Kulit, Sholawatan. Desa
kinahrejo juga mempunyai fasilitas yang tersedia seperti treeking, camping
ground, outbound area. Tiket masuk-pun tergolong murah dengan merogoh kantong
sebesar tiga ribu rupiah per orang dan ditambah lima ribu rupiah untuk biaya
parker kita dapat merasakan keindahan semuanya. Untuk menuju Desa Kinahrejo
dari arah Yogyakarta tersebut tidak terlalu susah. Di sepanjang jalan terdapat
rambu serta petunjuk arah untuk menuju Desa Wisata Kinahrejo tersebut. Kita
juga tidak akan bosan melihat pemandangan di sepanjang jalan karena disuguhi
pemandangan yang indah, lautan pasir, dan pepohonan yang bersemi di sepanjang
jalan. Tetapi untuk menuju lokasi kita harus menyewa motor trail atau mobil
jeep, bagi yang ingin jalan kaki juga bisa untuk melanjutkan perjalanan.
Meskipun jalan terus menanjak tapi tidak tersa melelahkan karena dilakukan
bersama wisatawan yang lain. Di samping kiri maupun kanan jalan banyak warga
yang menjajakan maknanan dan minuman. Kalau seandainya kita lelah dalam
perjalanan kita dapat istirahat sejenak di warung-warung untuk nyruput
secangkir kopi pahit sambil kita menikmati keindahan Gunung Merapi.
Sebelum terjadi letusan Gunung Merapi diserati awan panas
pada tahun 2010, Desa Kinahrejo merupakan kawasan wisata favorit. Tetapi
setelah erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 silam, Desa Kinahrejo menjadi
lokasi dengan kerusakan terparah. Banyak korban berjatuhan dan bangunan yang
dulunya gagah kini menjadi hancur akibat tersapu awan panas. Namun, hal ini
tidak menghalangi keinginan penduduk untuk bangkit.
Setelah
erupsi Gunung Merapi pada penghujung tahun 2010 yang lalu, Kinahrejo menjadi
salah satu lokasi dengan tingkat kerusakan terparah. Banyak korban berjatuhan
dan bangunan yang hancur akibat tersapu awan panas. Namun, hal tersebut tidak
menghalangi keinginan penduduk untuk bangkit. Setelah mulai redanya erupsi
Gunung Merapi, warga beserta relawan kembali membangun desa-desa yang hncur
akibat letusan Gunung Merapi. Kini semua itu tinggal kenangan, taka da
sisa-sisa kejayaan seda yang terlihat kini. Semuanya sedah rata dengan tanah
saat awan panas atau sering disebut dengan Wedhus
Gembel yang terjadi 26 Oktober 2010
meluluh lantakan desa tersebut. Awan panas bersuhu hamper 600 derajat Celsius
itu dengan mudahnya menghacurkan rumah para warga dan termasuk rumah Juru Kunci
Gunung Merapi yaitu Mbah Maridjan. Almarhum Mbah maridjan menjadi salah satu
korban dari 37 warga Desa Kinahrejo dan Pelemansari serta Umbulharjo di
Cangkringan yang meninggal akibat awan panas. Korban kebanyakan pengikut setia
Mbah Maridjan yang mengawal Gunung Merapi tersebut. Salah satu redaktur
Vivanews menjadi korban atas erupsi merapi yang benama Yuniawan Nugroho. Jasad
Yuniawan atau akrab dipanggil Wawan ditemukan tewas di dekat rumah Mbah
Maridjan. Dengan penuh kontroversi yang banyak dibicarakan oleh kalangan
masyarakat luas bahwa kematian Mbah Maridjan dengan posisi sujud dan menghadap
kearah selatan, banyak pihak yang mengira seorang juru kunci Merapi yaitu Mbah
Maridjan ada kaitannya dengan penguasa Laut Selatan yaitu Nyi Roro Kidul,
karena alasan meninggalnya Mbah Maridjan dengan posisi sujud ke arah
selatan.
Kita
sadar bahwa sosok seorang Mbah Maridjan adalah seorang yang rendah hati dan
ngabdi kaliyan Gusti Pangeran, memang beliau diberi tugas menajdi juru kunci
Gunung Merapi atas perintah Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan memberika sebuah
telur. Namun tidak bisa kita ambil kesimpulan bahwa itu sebuah syirik, namun
kita ambil bahwa itu hanya sebuah symbol dan bukan kepercayaan yang fanatik.
Kita berpikir positif saja untuk masalah tewasnya Mbah Maridjan, ambil
kesimpulan bahwa beliau sudah terjepit pada posisi yang berada di dalam rumah
dan untuk lari ke luar rumah tidak bisa karena awan panas sudah dating, beliau
mungkin saja pasrah pada posisi tersebut dan tidak ada pilihan lain kecuali
ingat kepada Yang Maha Pencipta, dengan rasa tersebut Mbah Maridjan lalu
mengambil posisi sujud kearah kiblat dan pada saat itu Mbah Maridjan pasrah
kepada-Nya. Namun setelah di periksa oleh para tim SARS pada saat itu posisi
Mbah Maridjan sujud kearah selatan. Hampir semua berpikir bahwa Mbah Maridjan
sujud ke Nyi Roro Kidul. Lalu kita ambil kesimpulan, beliau sujud kearah kiblat
lalu karena hembusan awan panas yang begitu dasyat posisi Mbah Maridjan menjadi
bergeser kea rah selatan, bukankah itu logis. Marilah kita berpikir positif dan
kita jangan suudzon terhadap siapa saja.
Setelah
erupsi tersebut, kini Desa Kinahrejo di jadikan area wisata Lava Tour, banyak
wisatawan yang ingin melihat keganasan Gunung Merapi yang ketika itu menghantam
Desa Kinahrejo dan sekitarnya. Tetapi
menjadi hikmah tersendiri dari erupsi Merapi 2010 bagi penduduk local daerah
setempat. Dengan banyaknya pengunjung dari berbagai daerah untuk melihat Desa
Kinahrejo dari keadaan dekat setelah dihantam oleh awan panas, warga Desa
Kinahrejo memanfaatkan momen tersebut dengan usaha untuk membangun kembali desa
tersebut dan menata kembali desanya serta menawarkan kepada para wisatawan yang
sekarang disebut Lava Tour Gunung Merapi. Paket wisata ini menawarkan keindahan
alam Desa Kinahrejo pasca erupsi Merapi. Objek wisata yang paling laris
dikunjungi adalah bekas rumah Alm. Mbah Maridjan. Dengan sarana wisata lava
tour ini para wisatawan bisa memilih menggunakan motor trail atau sebuah mobil
jeep dengan biaya sewauntuk motor trail itu sendiri dikenakan biaya antara
50.000 sampai 150.000 ribu rupiah dan untuk mobil jeep itu sendiri antara
250.000 sampai 300.000 ribu rupiah. Untuk yang berminat mengunjunginya, waktu
yang tepat adalah pada pagi hari yang cerah, karena pada waktu pagi hari kita
dapat melihat Gunung Merapi dengan jelas.
Wajah Desa Kinahrejo
sesudah erupsi Gunung Merapi dan fakta-fakta unik yang terjadi saat erupsi
Gunung Merapi
Semoga kita
dapat mengambil hikmah dari semua bencana yang terjadi di sekitar kita dan kita
mampu selalu lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.