Ketika kita berpikir bahwa kita mampu melakukan semua hal dengan sendirinya seolah kita adalah raja. Kita selalu dipercaya di segala bidang dan itu memang bakat kita. Menjadikan kita seolah hebat dan tidak membutuhkan seorangpun dalam hal apapun. Waktu terus berjalan menunjukkan kemampuan kita yang semakin hari semakin bertambah hebat. Teman berganti tanpa kita sadari, tetapi teman lama silih berganti. Apapun yang kita lakukan kita pendam seolah kita mampu menyelesaikan problem itu dengan sendiri tanpa bantuan teman ataupun keluarga kita. Memang hebatnya kita.. Hebat? Memang hebat kita, terbukti dengan semua masalah kita mampu mengatasinya sendiri. Bukankah itu hebat?? Memang hebat!!
Dan ketika ada seorang menyapa "hei,mbok sekali-kali kumpul jangan sok jadi sok cool!!" dengan tatapan santai kita hanya senyum dengan hati yang lepas dan dalam hati, kumpul? Mau ngapain? Aku saja bisa menyelesaikan semua masalah dengan sendiri dan hasilnya sangat sanget memuaskan kok.
Selalu seperti itu dan emang seperti itu ceritanya. Hampir 5 tahun seperti itu dan hasilnya emang memuaskan kok. Menginjak tahun naga air, iya emang Naga Air. Hmm.. nyobain kumpul-kumpul ahh. Lho apa hubungannya dengan Naga Air tadi? Katanya tahun naga air berhubungan dengan prospek pengusaha yang bagus ya? Okelah.. kita coba kumpul bareng temen-temen supaya dapet project Hehehe.. seiring usaha kita yang setiap dibilang memuaskan, emang memuakan dengan tips dan segudang trik dari temen ternyata mampu membawa kemujuran bisa dibilang begitu sih. Uda bisa bekerja sendiri dan ternyata ya emang kita bisa. Dengan sombongnya kita mengatakan itu, leher melihat ke atas Kita Mampu!! Bisa dibilang jumlah temen aja cuma 3. Banyak banget!! itulah yang ada di pikiran kita saat itu.
Sampai pada akhirnya bulan seribu berkah datang. Acara sibuk mulai berdatangan dan sehari penuh pasangan. Hah? pasangan? katanya tidak punya temen.. pasangan artinya kerjaan yang dilakukan sendiri,emang kita mampu melakukannya sendiri kok. Sampai pada tanggal 20,itulah dimana kita menjalani hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, yaitu acara makan bersama lebih akrabnya dibilang buka bersama(buber). Sampai pada acaranya yang lumayan megah karena diadakn petang hari Hehe.. semua pada ngobrol dengan akrabnya kita cuma menatap meja dengan taburan piring berisi nasi dan 5 ekor ikan nila saat itu. Kita diajak ngobrol dengan temen, ya cuma "di"ajak bukan me"ngajak karena sudah 5 tahun seperti itu dan hanya selalu begitu. Tidak begitu lama ada satu temen nyeplos "mbok ayo ikut ngobrol jangan diem aja sendiri kayak patung
gupolo. Kita hanya tetep diam ajalah. Mau ngapain juga ngobrol males. Setelah acara buber dan kumpul-kumpul lalu semuanya pada pulang. Masih hati terdiam dan keras hati lebih keras dari baja berlapis dunia. Sampai pada tanggal 4 Agustus ada acara kumpul bareng lagi nama kerennya ya buber itu. Mulai berangkat dan kumpul bareng temen-teman lama.
Lhoh kok aku engga diajak ngbrol sendiri ya? Ooh paling nanti ya diajak ngobrol juga.. dengan rasa PD nya. Semua orang sudah datang rupanya. dan acara makan dimulai, setelah selesai acara makannya pada ngobrol lagi, lhoh lhoh kok sampai saat itu kita tidak diajak ngobrol lagi ya? Tanya dalam hati terus. Dan ada temen yang nyeplos kayak dulu "suaramu mahal ya?" kita hanya tersenyum dan tersenyum lha mau ngapain lagi. pertama satu orang trus dua orang lalu tiga orang kok bertambah jadi hampir semuanya? Kita hanya tersenyum malu karena hal itu. Kita trus bertanya tanya pada tanaman,bangunan, dan semua benda mati tetapi tidak ada jawaban yang mau memberikan jawaban karena mungkin benda mati. Tapi aku percaya mereka hidup. Pada akhirnya acara foto-foto di adakan dan ya cuma foto-foto. Sampai di parkiran emang engga ada yang mau ngajak ngobrol. Kita di jalan merenung dan terdiam beneran. Dan tanggal 4 Agustus tercacat di dalam sejarah kita bahwa sosialisasilah dan kumpul-kumpulah sama temen kamu dan semuanya. Kita butuh itu dan belajarlah dari pengalaman tersebut saat itu juga kami sadar bahwa arti berbicara atau mengeluarkan suara itu lebih terhormat daripada cuma diem kayak Patung
Gupolo. Dari situlah kami mendapatkan pelajaran yang berharga dari ngobrol dan ngobrol pada siapapun.
"Kita yang dimasukkan dari cerita di atas adalah diriku sendiri, hati ini yang keras dan isi kepala yang ngeyel akan arti kumpul dengan lainnya dan ngobrol yang bermanfaat."