
Terkadang kita mulai sadar bahwa perasaan itu selalu
mendekam di hati. Merasakan sentuhan yang melekat di sanubari kita,
sesungguhnya mata kita tidak akan bisa diganti dengan paras yang begitu
mempesona di bumi yang terdiam. Melainkan jika bumi bisa bicara, dia akan bertanya
kepada siapakah cinta ini kuberikan. Dia hanya terdiam penuh tanda tanya,
walaupun hanya bersikap seakan penuh perhatian. Kini saatnya untuk berbuat, entah nanti
hasilnya nihil ataupun berharap. Tapi sudah aku rasakan bahwa kenyataannya
memang nihil. Rasa yang terpendam 5 tahun yang lalu sampai sekarang. Dia sempat
dimiliki oleh seorang pria sempurna yang memiliki segalanya, seakan aku lari
dari dunia ini untuk menghindar dari beranda dunia. Sempat terlintas akankah
dia mampu tau apa yang aku rasakan saat ini. Yang menjadi pertanyaan tabu saat
ini adalah apakah dia memang punya rasa kepada seorang laki-laki bodoh yang
hanya mengharap sesuatu yang bahkan itu tidak akan terjadi. Mimpi yang menjadi
kunci, aku terus bermimpi tiada henti. Orang pendiam yang mencoba menjadi
seorang yang bisa membuat dia nyaman. Luka yang terus tertanam di hati takkan mudah
terobati, ingin rasanya memilki untuk waita yang sangat dicintai. Perasaan
berharap terus menjadi-jadi, pernah mencoba sandingkan dengan orang lain tapi
hasilnya tiada kenyamanan di hati, atau itu yang disebut bukan cinta sejati
ataupun bukan cinta dalam hati.
Badai apa lagi yang
akan aku temui di lain hari, tetapi aku sungguh tidak peduli dengan itu semua.
Aku mau berkorban demi sebuah perasaan yang tidak mau aku tinggalkan ini. Ini
yang terakhir kalinya aku berlabuh dan aku mau itu hanya kamu. Tapi tidak mudah
untuk menyatukan hati yang terhubung dalam dunia maya. Hal menarik yang terus
kuungkapkan di jemari kanan atau bahkan kiri yang terus menerus menarik
perhatian. Aku memang bukan seorang yang pandai membangun suasana di pelabuhan
terpendam. Tiba saatnya aku tau apa isi dalam kenangan dia. Secara fisik akupun
kurang, yaa itu memang satu tanda kekalahan terbesar saat ini. Tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa fisik yang vertical mampu memberi kesan tersendiri.
Apa yang terjadi?? Aku coba dengarkan hatiku sendiri.
Seandainya ini bisa dirubah pasti akan kucoba sepenuh hati untuk samai pria
sempurna yang pernah ada didalam hatinya itu. Atau bahkan dia punya rasa dengan
seorang pria yang pernah bersama aku dulu. Pria itu memang teman sekelasku
dulu. Semua perasaan muncul dan apalah hati bisa tidak sampai ketujuan. Sampai
kapankah kau hanya terima, hingga tubuh ini lemah tiada berdaya.
Aku belum bisa masuk ke dalam pikiranmu ataukah kamu yang tidak mau aku masuk
kedalam hatimu yang begitu suci. Ingin rasanya aku bertemu denganmu setelah
sekian tahun berlalu tiada jumpa di kesempatan apapun itu. Belum tentu yang
pernah terjadi dulu terulang kembali di saat kita bertemu nanti. Tatapan indah
wajahmu yang tidak pernah bisa kulupakan.
Kenapa jiwa ini terus bergetar bila melihat dirimu, atau
mungkin aku melihat rambutmu yang kau biarkan jatuh berderai di bahumu. Semakin
mengajakku terpana, mengapa aku terus duduk disini hanya terdiam terpaku.
Harusnya aku sudah berdiri menemuimu dan aku nyatakan perasaan ini kepadamu.
Mungkin aku sudah mengisyaratkan semua ini lewat perasaan itu. Tetapi kenapa
sampai sekarang aku tidak lakukan itu. Apa aku kurang berkorban dengan semua
ini?? Ataukah kamu bukan diciptakan untukku!!? Tetapi terkadang cinta itu tidak
harus memilki, tetapi aku tidak peduli dengan ungkapan apapun itu. Hanya dirimu
yang aku mau, memang aku belum tentu bisa membahagiakan dirimu saat ini. Tapi
biarkan aku mengikuti bayanganmu hingga sampai aku sandarkan harapanku hanya
kepadamu.