Hampir orang tunduk akan kharismamu
Sebagian besar patuh terhadapmu
Bagaikan macan di dalam burung hantu
Hakikat perkasa menjulang di atas segalanya
Satu perintah menunjukkan kejantanan
Satu langkah berikan harapan
Diam sejenak tak kalah dambakan
Hanya dirimu yang paling di idam-idamkan
Kini hancur sudah semua dataran hijau
Musnah sudah haparan biru
Tersisa harapan tak ada jalan
Masih bergelombang tiada solusi terang
Kenapa pasukan hanya tertarik pita perang
Semua cendekiawan hanya sibuk angka catur wulan
Semua habis untuk keributan
Hanya untuk merebutkan jendral lapangan
Semua berharap ketidakmungkinan menjadi nyata
Bukan hanya pergantian satu musim tiada hasil
Satu titik di raga menjadi harapan
Hmm..lihat kedepan lupakan modernisasi kebelakang